Kehidupandi pesantren tak akan pernah habis untuk dibahas dan diceritakan. Dinamika didalamnya seakan selalu menarik untuk diperbincangkan. Sebuah kehidupan yang tidak pernah berhenti dari sebuah kegiatan yang dimulai dari bangun pagi, belajar pagi siang dan malam lalu tidur hingga bangun lagi. Ragam kegiatan yang telah diatur sedemikian rupa Kegiatanini disambut antusias oleh anak-anak pelajar (santri) pondok pesantren Al Matin, karna selain memberikan beberapa materi mengenai tentang teknik membaca puisi kegiatan ini juga diisi dengan games edukasi seperti tebak-tebakan materi yang sudah di bahas sesi tanya jawab berhadian, mencoba unjuk gigi maju untuk membacakan puisi dan lain-lain. Puisiini bukan sekedar kata. Kau datang memberiku makna cinta dan dunia. Menjadikan hidupku kembali bermakna. Kau kan senantiasa abadi. Di hatiku yang penuh dengan salah dan alfa. Ini bukan basa-basi. Tanpamu hidupku seolah tiada berarti. Kini, engkau telah pergi Meninggalkanku menuju keabadian ilahi. Menemui sang Khaliq rabbul izzati. Aku seolah tak percaya SUASANADI PONDOK PESANTREN. Banyak orang tua yang berharap kelak anaknya menjadi orang yang berguna, berbakti kepada orang tua, mengerti tentang agama, bermanfa'at bagi orang lain dan masih banyak lagi. Terkadang ada orang tua yang takut jika anaknya terpengaruh dengan dunia luar yang tidak baik. Oleh karena itu, tidak sedikit orang tua yang Bergentayangandalam rumah pondok derita. Ini kusangat jengkel dan kesal. Ingin sekali kumembunuhnya. Tapi aku merasa gagal. Karena mereka selalu sembunyi di atap rumah. Haruskah aku kabur dari tempat ini? Oh Tuhan tolonglah. Saat ini aku merasa jenuh. Karena pikiran melayang tak tahu arah. Kebiasaanyang tak kalah luar biasanya adalah ro'an (gotong royong membersihkan pondok). Jelas, kebiasaan itu mengajarkan arti kerjasama. Kerjasama untuk menjaga tempat tinggal kita demi keberlangsungan hidup nyaman bersama. Selain itu, makan bersama satu wadah nampan adalah kebiasaan hidup sederhana dalam kebersamaan. . Puisi Tentang Pesantren – Sebagai seorang Santri maupun Santriwati di Pondok Pesantren, terutama yang duduk di bangku SMP dan SMA, pastinya kalian sudah tidak asing lagi dengan Syair di SMP dan SMA Pondok Pesantren, biasanya di Mata Pelajaran Bahasa Indonesia sudah diajarkan mengenai apa itu Puisi, cara membuat nya, contoh Puisi menyayat hati dan pembahasan lain mengenai karya Tentang PesantrenPuisi Tentang GuruPuisi PerpisahanPuisi Tentang Santri PesantrenPuisi Berantai Tentang PesantrenPuisi Pesantren Tentang Bulan RamadhanKESIMPULANNah, untuk para Santri dan Santriwati, kalian bisa bikin Puisi pendek tentang Pesantren, tentang Cinta pada Guru, tentang Kasih Sayang Orang Tua dan berbagai tema Puisi ada juga tema Puisi Berantai tentang Pesantren yang sedang cukup ramai belakangan ini. Berikut kami sudah menyiapkan beberapa referensi Puisi tentang Pesantren pendek menyayat suatu Acara di Pondok Pesantren seperti Milad, Perpisahan, Pentas Seni, Lomba 17 Agustus dan lain sebagainya seringkali Panitia menyediakan waktu untuk Santri dan Santriwati unjuk susunan acara lain-lain atau Hiburan, nanti akan dibacakan oleh MC atau Pembawa Acara. Sedikit informasi, saat ini ada beberapa Pondok Pesantren yang sudah menerapkan teks MC Bahasa Inggris, terutama di Pesantren Modern seperti Pondok Pesantren Al Azhar, Zam-Zam dan lain dari bahasa apapun yang digunakan MC, inti nya ketika dalam sebuah Acara Pesantren, Putra Putri naik ke atas panggung sebagai salah satu penampil, pasti sebagai Orang Tua kalian merasa banyak jenis penampilan yang bisa dihadirkan para Santri dan Santriwati, diantaranya bernyanyi Solo, bernyanyi Grup / Band, Tari Tradisional, Dance Modern hingga membacakan Syair Puisi tentang Pesantren yang menyayat banyak juga pilihan Puisi tentang Pesantren untuk Orang Tua, Guru, Santri maupun Santriwati yang begitu menyentuh hati. Kemudian di beberapa Ponpes Modern, pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, biasanya Ustadz atau Ustadzah memberikan tugas untuk membuat Syair Puisi tentang demikian, kalian bisa melihat beberapa contoh Puisi tentang Pesantren berikut ini sebagai referensi dalam menulis teks Puisi tentang Anak Pesantren Puisi Tentang GuruPertama ada rekomendasi Puisi Pesantren tentang cinta seorang Santri pada Kyai, Abah atau Pak Guru di Pondok kemarin rasanya,Engkau memompa semangat senyum dan semangat kau berangkat masih terekam kita agama dan bawah bendera besar pesanmu penuh semangat kala tersenyum!Berikan semangatmu!Tunjukan potensimu!Abah mendukungmu!Terus rindu.=============================Kiai MukhalasinKiai Mukhalasin dari bawah cahaya generasi bangsa, daku hadur di pesanmu mengajarkan hidup penuh terjal harus agama tak kenal kata lelah, kata engkau malam rindu suara engkau saat membaca kitab kalam ilahi, kata demi dari konflik makna dan terus bermimpi tentang membawa luka hati yang karena cinta daku dalam pelukan surgaEngkau datang membawa aura dalam relung tubuh ringkik masih itu, di suatu tentang engkau terus datang tanpa waktu engkau datang bersepedaLalu terbuai angin melengkapi sejak mendengar canda sudut dengan apa aku engkau luar biasa, engkau dalam pikiran dan rasaSulit untuk begitu adanyaKhawatir kesempuranaan ini tanpa jejak bersama sejuta kenangan dan hati yang diam melawan semua diabadikan dalam PerpisahanKedua, ada juga Puisi Anak Pesantren yang bercerita tentang Perpisahan. Puisi seperti ini cukup menyentuh hati, dan biasanya ditujukan untuk Guru yang sudah tiada atau dibacakan dalam momen Perpisahan kepergian engkau begitu luar petir di siang tak siap tanpa yang itu tanpa masih penuh udara berubah begitu kelam,Engkau pergi dalam wajah mencoba terjatuh mengalir tanpa pucat bak cepat, aku Tentang Santri PesantrenKemudian untuk para Anak Pesantren, berikut ada beberapa contoh Puisi tentang Santri Pesantren SANTRIPerjuangan yang panjangSayatan pedih yang terukirBahagia dan duka berlaluBersama tawa palsu dan tangis piluRasa sakit yang membeludakRasa rindu yang membuncahHidup bagai dalam penjaraTerkekang erat aturanMeski banyak hal sulit yang melelahkanMeski beratpun tetep bertahanDisinilah hebat nya perjuangan kamiSebagai seorang SANTRI!karya D_Hope 127==============================PondokkuSuara rintik riuh rumput diterpa anginBukit-bukit indah yang tinggi menjulangMengelilingi pondokku iniSenja yang indah mulai tenggelamDiantara bukit-bukit yang indah menawanWarna langit yang cerah nan indahMengelilingi langit pondokkuTarik riuh suara ribuan santri mengajiSambil menunggu azan maghribHal ini membuatku rinduAkan suasana pondok pesantrenSemoga aku berumur panjangUntuk belajar di pesantren lagikarya RAZAPuisi Berantai Tentang PesantrenKemudian ada juga jenis Puisi Berantai tentang Pesantren. Puisi semacam ini cukup unik, karena bakal dibacakan oleh sedikitnya 5 orang dan mereka akan membaca teks Puisi Berantai secara bergantian tanpa titik PESANTREN KUPesantren, tugasmu belum usai,Dari rahimmu lahir pencerah-pencerah negeri,Dari dirimu terpancar sinar-sinar Ilahi,Dari dirimu kemanusiaan dan ketuhanan, melebur menjadi sosok-sosok panutan,Kau bak mata air bening yang mengalirkan hidayah dan pencerahan Ilahi yang tak bertepi,Pesantren ku,Islam kau Indonesiakan, Indonesia kau pancasilakan, Pancasila kau Islamkan,Jiwaragamu merah putih, semangat mu Allahu Akbar,Kau benar-benar Indonesia,Pesantren ku,Keragaman Indonesia kau mulyakan,Jatidiri bangsa kau bela hingga akhir nafas mu,Islam Indonesia kau bahanakan,Menggelegar kepelosok nusantara,Menggema disaantero negeriPesantren ku,Kau takpernah silau, tak pernah tertipu oleh tawaran kebahagiaan sunyiDari sampah-sampah simbolisme visual,Yang tecerabut dari akar realitas yang meninabobokan,Kau istiqomah memilih kesederhanaan,Kesederhanaan haqiqi yang membahagiakan,Kebahagiaan yang dirihoi oleh yang maha sederhana,Pesantren ku,Air mata benih itu terus mengalir mencerahkan, mencahayakan hakekat kearifan,Kau penjaga gawang nasionalisme negeri ini,Kau perawat budaya luhur bangsa ini,Kau pembimbing suci keimanan umat ini,Kau tak goyah dihempas badai globalisasi,Tak tergilas arus modernisasi,Tak lekang oleh panas,Tak lapuk oleh hujan,Karena ayat-ayat suci dan sunah nabi selalu menjadi tarikan nafas suci mu,Pesantren ku,Kau tak boleh sembunyi di lorong-lorong sunyi peradaban dan terkurung oleh ruang dan waktu,Kau tak boleh menjadi penonton cemburu,Kau harus bertengger di pusaran peradaban,Karena hakekatnya, kau adalah peradaban itu sendiri,Pesantren kuKau harus jadi pengendali peradaban,Teguh tak menyerah nafaskan Islam IndonesiaSumbangsih mu tak terbilang, walau bagianmu terbatas,Karena keikhlasan mu tak berujungDarah, nyawa telah kau hibahkan untuk memerdekakan,Kau harus mengisi kemerdekaanTunjukan jatidirimu,Cahayakan kebenaran,Tugasmu belum usai,Pesantren Oleh RomahurmuzySutardji Calzoum BachriFatin HamamaBadriyah FayumiAhmadun Yosi HerfandaHelvy Tiana RosaInayah WahidCandra MalikJoko PinurboPrie GSVina CandrawatiPuisi Pesantren Tentang Bulan RamadhanTerakhir, Puisi tentang kenikmatan Bulan Suci Ramadhan juga telah kami siapkan di bawah ini Menjelang puasaAku berpuisiseperti pagiseperti BayiBangun dari mimpi,Memandang halaman daun-daun basah terbenamKusapu dengan kalam Tuhanlidi-lidi abjad selawatMengumpulkan rindu pada hadiratnyaAku debu basah di tanah Al MustafaMelekat cinta, memasrah batinuntuk hari yang suci=========================KU DENGAR ADZAN ITUMaghrib itu begitu cinta aku padanyaSeupa nasi masuk ke dalam hatiMenjadi selawat yang menyejukkan hidupkuTak ada yang lebih indah dari azan ituSuara yang memanggil namamu di dadakuAku gemetar aku rinduAaktu seolah melesat ke masa lalumemandangmu tersenyum padaku========================MALAM TARAWIHMalam itu tak ada yang lebih nikmatkecuali mengikuti sunahmuSebelas rekaat atau dua puluh tigasama saja di hadapan Tuhanyang penting hati senantiasa menyimpancinta padamu kanjeng Nabi di malam ituAku pun tersungkur lupa diriyang kuingat hanya namaMu,hanya engkau, hanya rinduKESIMPULANDemikianlah rekomendasi dari mengenai Puisi tentang Pesantren dengan tema kasih sayang Santri pada Guru nya, Cinta Santri pada Orang Tua, Puisi Cinta para Santri, Perpisahan dan lain kalian tinggal pilih Puisi mana yang ingin dibacakan atau di contoh sebagai referensi pembuatan Puisi tentang Pesantren untuk mengerjakan tugas Bahasa Indonesia di Pondok Pesantren. Berikut ini adalah puisi tentang kehidupan Pesantren dengan judul puisi pondok pesantren cintaku. bagaimana kisah cerita kehidupan di pesantren dalam bait puisi pesantren yang ditulis oleh anak bercerita seperti puisi santri menuntut ilmu dan puisi renungan santri ataukah berkisah seperti dalam kata kata puisi tentang santriwatiUntuk lebih jelasnya puisi tentang kehidupan di pondok pesantren dan prihal puisi santri Indonesia disimak saja puisi karya anak santri dalam puisi pondok pesantren cintaku dibawah PESANTREN CINTAKUKarya WahyudinurDari rimah aku bertujuan kepondokUntuk mencari ilmu danmenghilngkan kebodohandi pondok…Kumeninggalkan orang tuaalat elektronik dan meninggalkan pacar kitaDi pondok…kita mengaji kitab kuningbukan novel bukan komikyang sering kita baca dirumahKita bestel tiap bulandan kita di pondok….harus rajin, semangat, tekun dan sabar dalam menghapitnyaKita dirumahmakan ayam, burger, pitza, dan lain-lain tapi di pondok….Kita hanya makanoreg, tahu, oncom,tongkol, telur di pondok….Kita harus punya tatakramadan akhlakul karimahdan harus saling kenal mengenalDi pondok….harus menghargai kiyai,orang yang lebih tua dari kita di pondok……itu harus belajar, sholat jama’ahngaji di kiyai atau ustadzdi pondok…….kita harus mentaati tata tertibYang ada di pondokkalau kita pulang,…..wajib izin dahulu kepada kiyaipengasuh atau ketua pondok"Feb, juga Kumpulan puisi hari santri nasional terbaikDemikianlah puisi tentang kehidupan pesantren dengan judul puisi pondok pesantren cintaku, baca juga puisi perpisahan pondok pesantren atau puisi tentang pondokku yang telah diterbitkan sebelumnyaSemoga puisi tentang kehidupan pesantren berjudul pondok pesantren cintaku dapat menghibur dan menginspirasi untuk menulis puisi tentang santri masa depan atau puisi tentang mondok. Guruku Oleh Tiala Megasari, VIII B Oh Guruku... Aku sangat berterimasakasih Atas jasa – jasamu Yang telah mengajariku Dari aku tidak bisa sampai aku bisa Oh Guruku... Kau akan selalu aku kenang dalam hidupku Sebagai tanda terimakasihku Kepadamu oh Guruku.. Oh Guruku... Maafkanlah muridmu ini Yang ketika guru menerangkan Muridmu tidak memperhatikanmu Oh Guruku... Maafkanlah muridmu ini Yang ketika Guru menerangkan Aku bercanda Ayah Oleh Selvi Rahmawati, VIII B Ayah... Aku rindu padamu Aku rindu semua kenaganmu Seandainya Ayah masih ada Didalam bumi ini Ayah... Tanpa Engkau Aku tidak bisa berbuat apa – apa Dan tanpa Engkau Tidak ada yang mencari nafkah Aku rindu padamu Ayah Bertahun – tahun sangat merindukanmu Aku disini hanya bisa kepada Allah SWT Semoga Engkau disana baik – baik saja Aku Oleh Fika Rahayu, IX B Aku anak santri Yang Insyaa Allah bisa mengaji Karna dididik oleh Bapak K. H. Yadi Suryadi Yang kini tinggal di Koposari Aku masuk kesini Karna kemauan sendiri Keinginanku dan keluargaku Ada yang tahu tentang Ilmu yang bermutu Aku ingin menjadi anak kebanggan keluargaku Dan aku ingin menjadi anak yang Shalehah Shalat Ashar aku sering terlambat Kadang aku tak semangat Tetapi aku juga takut Tidak selamat di Akhirat Kata Pak Ustadz aku harus segera Taubat Pesantren Oleh Pannisa Putri, VIII B Di Pesantren... Buat apa kita disini Untuk apa kita disini Kita disini buat membanggakan orangtua kita Disini kita mencari Ilmu Menuntut Ilmu Agama kita lebih mendalam Kita disini berhijrah karna Allah SWT Berjuang demi masa depan Dengan teman seperjuangan kita Di Pondok ini... Di Pondok Pesantren Darussalam Koposari ini... Kita hidup untuk belajar mandiri Menyetrika, mencuci baju sendiri Makan sendiri mandi pun sendiri Disini dikita selalu diatur oleh banyaknya peraturan juga mahkamah Mahkamah Nazhafah, mahkamah ubudiyah, ta’lim, amni dan lugah Pertanda Ia ciri orang yang sukses Karna orang sukses itu selalu diuji oleh Allah SWT Oleh sebab itu kita harus Positive Thinking Dalam sebuah masalah, disini... didada ini... Di Pondok Pesantren Darussalam Koposari yang kami cintai Yang mottonya ā€œCangkir Berdasiā€ Kencang Berfikir Berpacu dalam Prestasi Perpisahan Oleh Septia Sakinatul Kirom, VIII B Perpisahan... Membuat dadaku sesak tertahan Tatkala ingat kebersamaan Yang tersimpan dalam sebuah kenangan Perpisahan... Penuh rasa kehilangan Memori tersedih dalam kehidupan Peristiwa yang sangat menyedihkan Perpisahan Sekolah... Didalamnya banyak sekali kenangan Indah Mata menangis tanpa diperintah Tangisan keras yang tak bisa ku cegah Perpisahanku... Terjadi setelah Aku dan Temanku Berphoto bersama Guru Lalu kami pergi untuk meninggalkan sekolah yang dulu Dan berjalan menuju sekolah baru Pertemuan setelah perpisahan Rasanya begitu menyenangkan Setelah tak bertemu bertahun – tahun Pertemuan yang diiringi pelukan Perpisahan Oleh Syifa Salsabila, VIII B Perpisahan... Betapa berat hati ini meninggalkanmu Betapa berat diri ini melupakanmu Dan betapa berat jiwa ini pergi darimu Perpisahan... Bukanlah sesuatu kegagalan Bukanlah suatu penyesalan Karna perpisahanlah yang membuat Kita menjadi dewasa Ya Tuhan... Mengapa kau ciptakan perpisahan ini Disaat kita bersenang – senang Disaat kita bergembira Distiulah kenangan tak bisa kulupakan Perpisahan... Ku jadikan kau kenanganku Ku jadikan kau albumku Karna kaulah akhir dan segalanya untukku Kenanglah perpisahan ini Dan janganlah kau lupakan sampai akhir hayatmu Karna perpisahan yang membuat dirimu setia Terimakasih teman karnamu perpisahan ini takkan bisa kulupakan Bunda Oleh Putri Fitriyani, IX B Bunda begitu besar jasamu Betapa mulianya dirimu Begitu besar pengorbananmu Dalam membersarkan dan mendidikku Kau pun rela menjagaku dalam keadaan sakit Kau pun tak peduli atas semua yang kau lakukan Demi anakmu yang kau sayang Saat ku jauh dari jangkauan Relung kasih mu dan sayang Saat ku jauh dalam sentuhan Doamu kau sertakan Terimakasih Bunda atas jasa – jasamu Ayah Oleh Nabila Nur Fadhila, IX B Ketika aku mulai beranjak dewasa Perlahan aku mulai mengerti apa yang saat ini kurasa Betapa lemahnya diriku dengan suasana Dan kumulai sadar Inilah arti kehidupan Yang dipenuhi kesedihan dan cobaan Ku berteriak pada alam Dimana Ayah sekarang Aku iri dengan teman – teman Yang selalu bercanda riang dan tersenyum senang Ayah... Kasih sayangmu yang kurindukan Pelukmu yang kudambakan Bahkan senyummu yang selalu terbayang dalam fikiran Ku berharap kau hadir kembali dalam kehidupan Hidupku sepi tanpa kasih sayang Tanpa sosok dirimu sang penerang kehidupan Inilah jeritku wahai kawan... Seorang anak yatim yang merindukan Selimut ketenangan AkuOleh Aulia Rahmawinada, VIII BAku hanya seorang biasaAku bukanlah apa - apaTapi karna keberanian aku bisaDalam hidup harus berani mencobaAku hanya seorang biasaTanpa mencoba hidup sia - siaAwalnya aku tak berani mencoba Karna takut kegagalan menerpaTapi setelah aku mencoba Hasilnya memang tak seberapaTapi aku senangKarna telah berani mencoba Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pesantrenku ...Tempatku mendapatkan pelajaranDididik menjadi pribadi lebih baikTempat meresap ilmu agamaPesantrenku ...Tempat indah dan damaiMenghasilkan orang-orang cinta ilmuRuang sederhana namun kaya pengetahuanTak banyak ramai tapi lekat adabPesantrenku ...Memang beda dari sekolah lainnyaTapi ciri bedanya membanggakanDi sini kutemukan banyakDan di luar ada yang kurang Pesantrenku ...Belajar di sana membuat jiwa ini akrab dengan ilmuDidikan dan bimbingan tak pernah lepasTuk temukan jati diri sejati Pesantrenku ...Tiada seberharga dirimu dari seluruh tempat yang kutemuiMengenal guru-guru nan santunTiada keluh, tiada lelah mendidikAgar lebik baik dan mandiriPesantrenku ...Nurul Falah, cahaya kemenanganCahaya ilmu pengetahuanDari pelajaran dan pengajaranMenerapkan ajaran muliaDari tuntutan IslamIslam yang rahmatan lil'alaminBorongganjeng, 2 Februari 2019Dini AuliaSantriwati Kelas XI IPA MA PP. Nurul Falah Lihat Puisi Selengkapnya Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pesantren sebagai suatu lembaga keagamaan yang mengajarkan, mengembangkan dan menyebarkan ilmu agama Islam. Keadaan semacam ini masih pada pesantren-pesantren di Pulau Jawa dan Pulau Madura atau di Daerah-daerah lainnya dapat kita ketahui yang bercorak tradisional. Namun pesantren yang modern tidak hanya mengajarkan agama saja, tetapi juga mengajarkan ilmu-ilmu umum. Terus bagaimana sih kehidupan dan kegiatan di pondok pesantren Modern tersebut?, mari kita banyak para remaja yang menginginkan untuk melanjutkan pendidikan nya dipondok pesantren apalagi Orangtua sangat mendukung. Dan ada juga sebagian yang tidak menginginkan untuk melanjutkan ke pesantren, karena mereka sering menilai jika kita sekolah atau tinggal dipesantren sangatlah tidak menyenangkan, ada yang bilang kalau didalam pondok tersebut kita jauh dari orang tua, makanan yang disediakan didalam sana kebanyakan kita sering mengosumsi ikan asin, nanti dipondok kita hanya tidur sebentar tapi bangun sangatlah cepat, ada juga yang bilang dipesantren sangat lah menyeramkan karena banyak sekali hantu atau penghuni. Baca juga Menjemput Keberkahan Musafir Mahabbah Kaum Sarungan Kota Santri Tapi, kalau kita belum tinggal disana pasti menganggap hal nya seperti itu, berbeda dengan orang yang sangat suka merantau atau jauh dari orang tua pasti mereka menganggap hal tersebut sebagai tantangan atau suatu kemuliaan untuk menjadi santri yang berakhlak mulia, penghafal Al Qur’an dan bisa membawa orang tua mereka ke surga kelak. Sebenarnya kita semua pasti dapat merasakan betapa indahnya atau bahagianya bisa menjadi santri penghafal Al Qur’an dan berakhlak mulia. Para santri pasti akan merasa nyaman tinggal dipondok pesantren modern karena disanalah kita mendapat Ilmu Dunia dan Akhirat. Tetapi kita mendapatkan Ilmu Dunia hanya sedikit saja dan ilmu Akhirat lah yang lebih banyak kita pelajari berbeda dengan sekolah diluar, misalnya disekolah Negeri yang mempelajari Ilmu agama hanya beberapa saja disetiap pelajarannya karena disekolah tersebut ada juga orang yang non dipondok pesantren ini terdiri dari santri putra dan santri putri. Santri-santri yang belajar dipondok pesantren berasal diberbagai daerah diseluruh Indonesia bahkan ada pesantren yang berasal dari luar Indonesia, dan inilah santri-santri yang berjuang giat untuk mencari ilmu kepondok pesantren. Tidak heran kalau dipondok pesantren banyak sekali anak-anak yang ingin melanjutkan pendidikan nya beribuan lebih para anak remaja yang ingin mendaftarkan diri mereka di pesantren untuk melanjutkan pendidikan nya. Dan sekarang anak remaja yang ada dipesantren diperkirakan ada sekitar seribuan lebih para santri yang ada dipondok pesantren tersebut jika kita gabungkan dengan santriwan dan santriwati putra dan putri. Jika kita melihat suasana kegiatan atau kehidupan didalam pondok pesantren tersebut, suasana didalam sana sangat lah berbeda dengan suasana diluar dimana santriwan dan santriwati putra dan putri dipisahkan tempat tinggalnya, nama tempat tinggal mereka atau sering mereka sebut yaitu dipondok pesantren modern ini jika diwaktu subuh di mulai dari Pukul 0330 para santri mulai bangun tidur dan langsung di bimbing oleh para pengurus untuk mengambil wudhu dan setelah itu mereka langsung mengerjakan shalat sunnah tahajud sebelum datang waktu shalat shubuh. Setelah mereka melaksanakan shalat shubuh merekapun berkumpul perkelompok untuk di bimbing belajar membaca Al Qur’an bersama pembimbing kelompok masing-masing dan tahfidz menghafal Al Qur’an wajib disetiap para santri untuk menghafal dan menyetor ke ustadz/ustazah mereka. Baca juga Jangan tanyakan 3 Hal Ini Kepada Santri BaruDi lanjut Pukul 0650 merekapun masuk sekolah dan melaksanakan kegiatan belajar bersama para ustadz/ustazah nya. Pukul 1400 para santri akhirnya selesai kegiatan disekolah, dan dilanjutkan dengan makan siang dan setelah itu mereka istirahat di siang hari. Bangun dari tidur siang mereka, anak-anak langsung berwudhu untuk melaksanakan shalat ashar berjamaah dan diteruskan membaca Al Quran bersama yang dilaksanakan langsung dimushalla seusai shalat ashar berjamaah. Dilanjut lagi seusai sholat ashar para santri untuk belajar kitab atau belajar tentang Ilmu agama, ini dinamakan Dayah. Selain hanya belajar ilmu agama kegiatan para santri disore harinya selain dayah mereka juga melakukan kegiatan berolahraga, tempat olahraga mereka sudah tersedia di pondok pesantren tersebut. Ada lapangan basket, lapangan voli, lapangan bulu tangkis dan lapangan bola khusus para santriwan laki-laki. 1 2 Lihat Sosbud Selengkapnya Sebagai orang tua tentu sangat manusiawi jika rindu dengan sang anak. Apalagi jika sang anak tersebut awalnya adalah anak yang sangat manja dan kini berada di pesantren. Terkadang banyak orang tua yang sulit mengekspresikan rasa rindu kepada anaknya dalam bentuk kata-kata rindu anak di dalam tulisan ini kami telah merangkai berbagai kata-kata yang menunjukkan pesan kerinduan untuk anak di pesantren1. Meskipun diri ini tak kuat lagi menahan rinduku padamu wahai buah hatiku, aku akan tetap berusaha menahan ini semua karena kepergianmu ke pondok adalah demi kebahagiaanmu di masa Biar raga tak lagi bersama, biar pandangan tak lagi menatap, dan biar jarak memisahkan, kami akan senantiasa mendoakanmu dimanapun dan kapanpun wahai Walaupun ilmu agama yang ku miliki tidaklah seberapa, tapi aku akan senantiasa mendidik anak-anakku menjadi insan yang Meski terkadang di rumah aku gemar memarahimu, membentakmu, mengacuhkanmu, tapi percayalah aku akan selalu menyayangimu wahai anakku Belajarlah yang rajin anakku, janganlah memikirkan apapun selain belajar. Tak usah pikirkan urusan finansialmu. Biarlah kami yang akan memberikanmu segalanya agar kau berhasil dalam menuntut Walau kamu sering membuat hati kami tak karuan dan kecewa, kami akan terus mencintai dan menyayangimu wahai Tak peduli berapa masa yang sudah kuhabiskan untuk bekerja, tak peduli sudah berapa uang kami belanjakan untuk keperluan hidupmu. Itu semua tidak sebanding dengan kebahagiaan kami saat kau datang ke dunia ini wahai Masih tergambar jelas dalam diri kami betapa lucunya dirimu wahai anakku. Tapi sekarang kamu sudah menjadi gadis dan bujang yang belajar kehidupan di pondok pesantren. Rajin dan semangatlah dalam belajar, insya Allah doa kami akan terus Kami sadar masih banyak dosa. Kami sadar masih memiliki segudang kekhilafan. Dan kami sadar tidak memiliki banyak ilmu kehidupan. Namun kami tetap berusaha untuk menjadikanmu manusia yang berharga duhai anak kami Kebahagiaan yang terbesar bagi kami bukanlah saat kamu menjadi orang yang kaya dan terkenal wahai anakku, tapi kebahagiaan terbesar kami adalah ketika kamu semangat dan giat dalam belajar. Itu sudah lebih dari cukup bagi Jangan kau kira kami membuangmu dengan memasukkanmu ke pesantren, ketahuilah bahwa kami memasukkanmu ke pesantren adalah untuk menyelamatkanmu di masa Dari setiap tetes air mata kerinduan, disitulah terdapat ribuan doa dan harapan kami wahai Ya Allah, kuatkanlah hambamu ini yang rindu dengan buah hati kami di pondok pesantren. Berikanlah kami kelapangan jiwa dan raga saat ditinggal mereka untuk mencari Sabarlah wahai jiwa, anakmu hanya pergi keluar sebentar saja. Tahanlah rasa rindumu. Insya Allah mereka akan pulang dengan berbagai Duhai hati dan jiwa, jadilah seperti ibu Imam Syafii yang terus mendorong anaknya dalam Percayalah, anakmu di pesantren akan baik-baik saja. Yang terpenting saat ini adalah support dan doakan mereka setiap Kehidupan di pesantren adalah kehidupan yang sangat singkat wahai para orang tua. Karena itu bersabarlah kalian dalam menunggu para pejuang cilikmu Ketahuilah, anak mu hanyalah titipan dari Allah wahai para orang tua. Karena itu janganlah terlalu bersedih saat engkau ditinggal anakmu belajar di Lebih baik ditinggal buah hati ke pondok pesantren, daripada ditinggal sang buah hati yang pergi untuk bermaksiat kepada Allah Teruslah bersabar dalam menahan kerinduan sang buah hati tercinta. Karena hal ini lebih baik daripada mendapati sang buah hati hancur di masa yang akan anak-anak Anda yang sedang berada di pesantren selalu sehat dan giat dalam belajar, sehingga menjadi pelita yang menerangi orangtuanya di akhirat. Mudah-mudahan, kata-kata rindu di pesantren ini bermanfaat untuk JugaPesan untuk Anak di PesantrenBiaya Kuliah di Mesir

puisi kehidupan di pondok pesantren