Ditambah bayi yang menyusu secara eksklusif selama 6 bulan pertama, tanpa formula, hanya memiliki sedikit infeksi telinga, sakit pada pernapasan (respiratori), dan keluhan diare. Mereka juga akan lebih jarang dirawat dan mengunjungi dokter. Selain memberikan banyak manfaat bagi bayi, ASI juga memberikan beberapa manfaat bagi sang ibu. Daftar Hari Besar Agustus 2022 Nasional dan Internasional Berikutdaftar perayaan pada tanggal 1 Agustus lengkap dengan sejarahnya. Hingga saat ini, Hari Asi Sedunia telah dirayakan oleh 170 negara. 2. Girlfriend Day. Ilustrasi pasangan. Tanggal 1 HariASI Sedunia atau Pekan ASI Sedunia (World Breastfeed Week) akan berlangsung selama satu minggu, yakni mulai 1 Agustus hingga 7 Agustus. tema pada Hari ASI Sedunia 2022 kali ini adalah "Menyusui adalah Kunci dalam Menentukan Strategi Pembangunan Berkelanjutan Pasca Pandemi".\\r\\n\\r\\nMelalui peringatan ini, WHO merekomendasikan para ibu untuk menyusui anaknya hingga berusia dua tahun HariAutisme Sedunia 2017. Autism Spectrum Disorder (ASD) adalah gangguan perkembangan nerobiologis yang berat yang terjadi pada anak, dimulai sejak usia 6 bulan dalam kandungan dan berlanjut terlihat dalam masa perkembangannya dan terus sampai dewasa jika tidak ditatalaksana secara tepat. Penyandang autisme mengalami gangguan/masalah pada Jumat 29 Juli 2022 23:00 WIB. TEMPO.CO, Jakarta -Virus hepatitis C disingkat HCV menyebar melalui darah yang terkontaminasi. Maka dari itu, penting untuk Anda mengetahui penyebab, gejala dan bagaimana pencegahan infeksi hepatitis C. Hepatitis C merupakan peradangan hati yang disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV). . image source edited with Ucapan Selamat Hari ASI Sedunia – Diantara ribuan jasa ibu yang paling besar adalah menyusui. Bagaimana tidak, ketika kita menangis di malam hari ketika bayi, ibu akan terus begadang hingga dengan menyuguhkan ASI. Fakta ini tentu hanya satu dari sekian aktivitas pengorbanan seorang ibu untuk anaknya ketika masa menyusui. Sebenarnya, menyusui atau tidak, memang pilihan bagi setiap ibu. Namun perlu diingat, bahwa setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan ASI dari ibunya. Dengan demikian, tentu sudah sepantasnya kita memberikan penghargaan yang besar atas jasa seorang ibu yang telah rela memberikan waktunya untuk memberikan ASI kepada kita. Bahkan untuk memberikan penghargaan kepada para ibu di dunia, terdapat peringatan Hari ASI Sedunia. Dan di hari peringatan ini, kita harus memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya, setidaknya dengan memberikan ucapan selamat Hari ASI Sedunia, untuk seluruh ibu di dunia. Ucapan Selamat Hari ASI Sedunia Untuk memberikan penghargaan atas kasih sayang yang diberikan sang ibu, berikut ini selamat Hari ASI Sedunia untuk menghargai jasa para ibu di seluruh dunia 1. Lebih Enak Dari Lainnya “Ibu … Terima kasih atas salah satu jasamu. ASI-mu mungkin lebih asam dan hambar dari susu yang ada di supermarket. Namun dibandingkan mereka, nutrisimu lebih banyak. selamat Hari ASI Sedunia! Teruslah menjadi ibuku yang menyehatkan ku.” I love You Ibu. 2. Hadiah Terindah Untukku “Bagiku, diantara ribuan hadiah yang terindah di dunia ini, hanya ASI-mu yang paling berharga untukku. selamat Hari ASI Sedunia! Terima kasih telah memenuhi giziku hingga aku bisa tumbuh dan berkembang sebaik ini” 3. Hadiah Satu-Satunya “Dalam keadaan yang miskin, Air Susu Ibu adalah hadiah satu-satunya yang dibutuhkan oleh seorang anak. Selamat Hari ASI Sedunia! Ketulusanmu yang membuat aku tumbuh hingga sejauh ini” 4. Menyusui atau Tidak? “Sebenarnya, antara ingin menyusui atau tidak memang pilihan dari setiap ibu. Namun perlu setiap ibu ketahui, bahwa setiap anak berhak mendapatkan ASI. Jadi, mau tak mau, suka tak suka seorang ibu harus memenuhi kewajibannya. Selamat Hari ASI Sedunia! Meski hari-harimu akan terasa lebih berat, namun akan indah pada waktunya. Kamu akan bangga ketika anakmu tumbuh menjadi orang yang sehat, kuat dan cerdas” 5. Lebih Bermakna Dari Lainnya “Ku tahu lautan yang luas itu tak dapat diukur luasnya dan dalamnya. Namun harus ibu ketahui, bahwa banyaknya air laut itu, bagiku lebih berharga ASI-mu ibu. Terima kasih sudah merawatku, memberikan sebagian cairan dalam tubuhku. Selamat Hari ASI Sedunia!’ 6. Dua Tahun Lamanya “Dua tahun merupakan waktu yang tak sedikit. Dan ku tahu, selama dua tahun itu kau harus mengorbankan tenaga dan waktu demi memenuhi kewajibanmu dan memberikan hakku. Terima kasih ibu, telah memberikanku ASI selama 2 tahun. selamat Hari ASI Sedunia! Tetaplah menjadi ibu yang terbaik untukku. 7. Apa Alasanmu? “Bolehkah ku berteriak ibu? Mengapa ibu tak mau menyusui ku? Bahkan ibu hanya menganggapku sebagai teman? Apakah aku tak pantas mendapatkannya? Mungkin engkau memiliki alasan mengapa tak memberikannya Selamat Hari ASI Sedunia! Meski ASI-mu tak dapat kurasakan, setidaknya kasih sayangmu cukup aku rasakan.” 8. Kau Korbankan Tenaga “Baru aku tahu, setelah aku melihat pertumbuhan adikku. Setiap malam kau begadang demi menjaga sang buah hati agar tak menangis. Di siang harinya pun, bahkan kau tak memiliki waktu makan dengan tenang karena kami menangis meminta haknya. Wahai ibu, maafkan jika aku belum bisa menjadi anak yang baik. Namun jasamu sama[ai kapan pun akan selalu ku kenang. Selamat Hari ASI Sedunia! 9. Waktu Berhargamu “Mungkin jika kau egois, kau akan meninggalkan anakmu dengan bekerja. Namun ku tahu, ketulusan hatimu menghentikan langkahmu untuk bekerja, demi memenuhi hakku untuk mendapatkan ASI. Selamat Hari ASI Sedunia! Ku tahu, 2 tahun itu waktu yang lama, namun kau melakukannya dengan sangat mudah dan tulus. 10. Kau Bagai Bidadari Bagiku, kau dan bidadari lebih cantik darimu. Sebab, bidadari yang ku tahu tak memiliki anak, jadi ia tak bisa merasakan bagaimana sulitnya memberikan ASI. Namun tidak bagi engkau ibuku. Meski kau hanya manusia biasa, namun kau mampu memberikan hakku, ASI-ku, dengan sangat tulus dan sabar. Selamat Hari ASI Sedunia! Terimakasih atas pengorbananmu. 11. Bagai Ombak Di Laut Bagai ombak di laut yang berusaha jutaan kali untuk mencumbu bibir pantai, dan bahkan setiap itu juga pantai menolaknya. Seperti engkau ibu, jutaan kali aku menghadiahkanmu cairan yang hangat dan berbau, jutaan kali pula kau memberikanku cairan yang menurutku manis, enak dan tentunya bergizi” 12. Susu Eksklusif Selama 6 Bulan “Dua tahun sudah cukup bagimu menghabiskan tenaga dan waktu. Namun kutahu, yang paling berat adalah 6 bulan pertama, dimana kau memang hanya benar-benar mendapatkan makanan dari ASI-mu saja. Terima kasih ibu, telah berjuang selama itu untuk menunjangku agar cepat tumbuh menjadi besar.” 13. Terima Kasih Atas ASI-mu “Ada ribuan susu enak dan bernutrisi di luar sana. Mungkin jika kau mau, kau bisa mengganti ASI-mu dengan susu diantara mereka. Namun atas ketulusanmu, kau tetap memberikan ASI-mu selama 2 tahun lamanya.” Mungkin ucapan selamat Hari ASI Sedunia ini hanya sekedar ucapan yang tak mampu menggantikan jasa ibu. Namun dengan ungkapan ini, setidaknya para ibu di dunia sana tahu, bahwa mereka punya anak yang tak lupa atas jasanya. Selamat Hari ASI Sedunia, berbaktilah Kamu wahai para anak, karena ibumu telah berkorban dan berjuang dengan sangat keras selama 2 tahun. Hari ASI Sedunia diperingati pada tanggal 1 Agustus setiap tahunnya. Hal ini berlangsung selama satu minggu 1-7 Agustus dengan nama Pekan ASI penyelenggaraan pekan ASI sedunia adalah untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya ASI bagi anak. ASI memberikan manfaat untuk kesehatan, nutrisi, dan emosional ibu dan menjadi sumber nutrisi terbaik bagi bayi dan melindunginya dari berbagai penyakit. Ingin mengetahui sejarah Hari ASI Sedunia? Simak penjelasan berikut Sejarah Hari ASI Seduniailustrasi ibu dan bayi TovarPekan ASI Sedunia atau Hari ASI Sedunia terjadi berkat gagasan organisasi World Alliance for Breastfeeding Action WABA pada 14 Februari 1991. Gagasan ini lahir seiring dicetuskannya Innocenti Declaration yang diresmikan oleh WHO, UNICEF, pemerintah dari beberapa negara, serta sejumlah organisasi Declaration memiliki tujuan untuk melindungi, mendukung, sekaligus mempromosikan gerakan menyusui. Deklarasi ini diperingati dalam World Breastfeed Week WBW atau Pekan ASI Sedunia pada tanggal 1-7 ASI Sedunia adalah sebuah gerakan menyusui secara global yang mendukung para ibu agar bisa menyusui di mana saja dengan nyaman. Kegiatan ini dimulai secara aktif sejak 1992 dengan tema yang berganti setiap ASI Sedunia biasanya mengangkat tema yang berhubungan dengan kesehatan ibu dan anak. Contohnya adalah tentang perempuan dan pekerjaan, perawatan kesehatan, pemasaran, ekonomi, dan masih banyak yang lainnya. Baca Juga Gak Cuma untuk Bayi, Ini 5 Manfaat Bedak Bayi untuk Kebun Kesayangan 2. Manfaat menyusui bagi ibu dan bayiIlustrasi ibu dan bayi TankilevitchMenurut WHO, Air Susu Ibu ASI merupakan makanan atau nutrisi yang ideal untuk bayi. Makanan ini bersih dan mengandung antibodi yang dapat melindungi anak dari berbagai menyusui ASI menjadi salah satu cara yang efektif untuk memastikan kesehatan hidup bayi. ASI menyediakan berbagai nutrisi dan energi yang dibutuhkan oleh bayi setiap harinya selama yang disusui menunjukkan hasil yang lebih baik dalam tes kecerdasan dan memiliki kemungkinan yang kecil untuk memiliki kelebihan berat badan. Selain itu, ibu yang menyusui juga akan mengalami penurunan risiko kanker Durasi ideal menyusui bayiIlustrasi Ibu dan bayi ShvetsWHO dan UNICEF merekomendasikan durasi yang ideal untuk menyusui bayi dengan ASI yaitu mulai dari satu jam pertama saat kelahiran dan secara eksklusif selama 6 bulan. Selama periode tersebut, tidak ada air makanan lainnya yang masuk ke dalam mulut bayi. Saat menyusui bayi, orang tua sebisa mungkin harus menghindari penggunaan botol atau dot. Bayi disusui sesuai permintaan anak, yaitu pagi, siang, atau bayi sudah menginjak 6 bulan, bayi bisa mengonsumsi makanan pendamping ASI atau MPASI dan menyusui hingga umur 2 tahun. WHO sangat mempromosikan menyusui karena merupakan sumber nutrisi yang baik untuk ASI Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Agustus selama sepekan ini memiliki tujuan yang baik untuk mendukung gerakan ibu menyusui kepada anak. Dengan menyusui ASI, bayi dan ibu pun tetap sehat! Baca Juga Cara Melancarkan ASI, Bagus Untuk Mencegah Stunting India-Latin America relationsResearch on India-Latin America relations, including bilateral relationships such as India-Brazil and India-Mexico relationsLatin American politics & societyResearch related to specific Latin American countries or the region's politics & economy, including elections, developmental issuesIndia's foreign policy & governanceResearch on the world's largest democracy, India, including issues of economic development and foreign policyIndia-Latin America Moving from transactional to permanent healthcare partnersResearch Paper Georgetown University, Journal of International Affairs USAIndia’s contribution to Latin America’s healthcare sector goes beyond its traditional role as the pharmacy of the world.’ There remains much scope for the twenty-five Indian companies with a physical presence in Latin America to consolidate and deepen their presence in the region. Read American Investments in India Successes and FailuresResearch Paper Observer Research Foundation/ORF IndiaLatin American companies that have invested in India since the 1990s have had varied experiences some have achieved considerable success, while a number of them have exited. This paper is a primer on enterprises from the Latin American region that have engaged the Indian market in the past 30 years. Read & Latin America in the global automative value chainBook chapter Universidad de los Andes Venezuela/Colombia/IndiaThis book chapter examines the current trade and investment relationship between India and the Latin American region in the automotive sector, looking further at new and potential areas of business, and also analyses the long-term impact on the global automotive value chain. Read Tagore to IT India’s changing presence in Latin AmericaBook chapter Routledge USAA book chapter on India-Latin America relations, co-authored with Ambassador Jorge Heine former Chilean Ambassador to India, in the book 'External Powers in Latin America Geopolitics between Neo-extractivism and South-South Cooperation,' edited by Prof. Gian Luca Gardini. Read more. Or buy the the historical roots of gender-based violence in 21st century IndiaReport Woodrow Wilson Center USAThis publication aims to focus on the intersection of gender-based violence and the rule of law by examining how legal frameworks, judicial system responses, and public policy contribute to the ways in which gender-based violence is—and is not—addressed around the world. Read relations A case study in oil diplomacyBook chapter Woodrow Wilson Center USA A new book published by the Wilson Center's Latin American Program, Venezuela’s Authoritarian Allies The Ties That Bind? details how a range of international allies—Russia, China, Cuba, India, Turkey, and Iran—have aligned with Caracas for diverse economic, political, ideological, and geostrategic reasons Read book."Catástrofe" Investigador relata la desgarradora situación en India por Covid-19En la India la situación en los crematorios, debido a la cantidad de fallecidos por Covid-19, es una "catástrofe", relató a Cooperativa Hari Seshasayee, residente en la ciudad de Bombay e investigador del Woodrow Wilson Center. Escucha the SASSpod - Hari Seshasayee From India to Peru, Colombia, and StanfordLalita du Perron talks to Stanford Center for Latin American Studies alum Hari Seshasayee about the current state of Covid in Mumbai, his work as trade advisor with ProColombia, similarities between South Asia and Latin America, and his fond memories of his time at Stanford. Listen ebb & flow of India-Latin America ties Exploring opportunities with ColombiaResearch Paper Latin-America Asia Pacific Observatory Uruguay/Latin AmericaThis paper examines the elements that underpin the India-Latin America relationship, from both a historical and current perspective, and studies the case of India-Colombia relations, recommending policy options to boost Colombia’s exports to India. Read democracy faces its biggest challenge yetArticle Global Americans USAOn April 11, 2021, Peru achieved a dubious distinction that has yet to receive much public attention for the first time in the history of global electoral democracy, the total of blank and null votes exceeded the amount of votes received by any single candidate running to serve as a country’s head of state. Read The Point Al Compás De Un Tango IndioCynthia Arnson, the Latin American Program Director, hosts Hari Seshasayee, one of India’s foremost analysts of Latin America, to discuss India’s increasing exports to the region, India’s interest in Latin America’s Lithium Triangle, and the significance of China in India’s relationship with the region. Listen Climate of Fear and Bubbling Political InequalityArticle The Wire IndiaPeru’s constantly changing political landscape never ceases to amaze. Peruvians have now elected five presidents from completely distinct political parties in five consecutive elections. This is unprecedented in the history of human democracy and also highlights the frailty of political representation in the country. Read Icarus Moment?Article Woodrow Wilson Center USAAn article that describes India's second wave of Covid through the Greek philosopher Aristotle's theory of tragedy and the fatal flaw of 'hamartia.' Read clima de miedo y la desigualdad política en PerúArticle Sudaca PerúDebemos recordar que lo opuesto al miedo es la esperanza. Ambos reaccionan a la incertidumbre, pero de formas diferentes. Hoy, el Perú se encuentra en una tormenta de miedo. El objetivo debe ser capearla y mirar hacia adelante. Leer tramo más largo de la democracia peruana enfrenta su mayor desafíoArticle AméricaEconomía PerúEl próximo presidente peruano enfrentará una multitud de desafíos, pero una cosa es segura un giro radical hacia la izquierda o derecha pone al país en aún más peligro. Sería prudente establecer alianzas con la oposición para mantener el tramo más largo de democracia en Perú. Leer America’s COVID-19 lessons for IndiaArticle Gateway House, Indian Council on Global Relations IndiaIndia and Latin America share similar demographics and challenges of density in the battle against COVID-19 India currently trails Latin America in the extent and volume of infection by a few weeks. Collaboration and sharing of local best practices can help both regions combat the contagion better. Read India y la Alianza del Pacífico oportunidades y desafíosJournal Article Revista Agenda Internacional, Pontificia Universidad Católica del Perú PeruUn análisis de las vinculaciones de la India con los países miembros de la Alianza del Pacífico. La atención se concentra en los aspectos comerciales y de inversiones, sin dejar de lado lo político, y en las oportunidades y desafíos de dichas vinculaciones. Leer to the Covid-19 Impact on Maharashtra's Food Supply ChainsJournal Article Sambhāṣaṇ Journal, University of Mumbai IndiaAn article on the impact of the Covid-19 pandemic on the Indian state of Maharashtra's food supply chains, published in Sambhāṣaṇ, the University of Mumbai's peer-reviewed journal. Read journal and Venezuela Grow Distant Post Woodrow Wilson Center USAThe United States’ mounting sanctions against Venezuela, especially on the national oil company PDVSA, have had a profound effect on the Andean nation’s oil exports to far-flung India. Yet, oil continues to flow from Venezuela to India, albeit in smaller quantities. Read Relations A Case Study in Oil DiplomacyReport Woodrow Wilson Center USA In a new report, Mumbai-based researcher Hari Seshasayee offers an in-depth analysis of Indian-Venezuelan relations, explaining how—unlike Russia or China—India is an invaluable commercial partner for Venezuela but not an ideological or political ally. Read Foreign Policy The Rise of the South and Indo-LAC RelationsBook Chapter Understanding Transition in South Asia Economy, Politics and Society India Co-author of a chapter on India-Latin America ties, titled “Indian Foreign Policy The Rise of the South and Indo-LAC Relations” with Ambassador Jorge Heine, in Understanding Transition in South Asia Economy, Politics and Society, 2019, 265-289. Read more / Leer en EspañolIndia-Latin America How to Avoid the Primarization of TradeJournal Article Inter-American Development Bank USA & Latin AmericaA trade relationship that began with imports of primary products from Latin America is moving into a new phase, the possibilities of which range from cooperation with Brazil in the energy sector to Mexico in the motor vehicle sector. Read more Article / Journal. Leer en español Artículo / Revista CompletaRecasting South-South LinksBook Chapter Brookings Institution Press USACo-author of a chapter on India-Latin America relations in a book edited by Johns Hopkins University and published by Brookings Institution Press, “Recasting South-South Links” with Ambassador Jorge Heine, in Latin America and the Asian Giants Evolving Ties with China and India, 2016, pg 37-59. Read india Reliance cabildea por PDVSA en Voice of America / Voz de America USA/EEUUPara Hari Seshasayeee, investigador para América Latina del Wilson Center, en Reliance quieren “cumplir con las sanciones y desde los últimos dos años han pagado casi un millón de dólares al año para hacer este cabildeo". Read Plays Catch-Up to Strengthen Ties Across Latin AmericaInterview World Politics Review USAIn an email interview, Hari Seshasayee, a Latin America analyst at the Confederation of Indian Industry, discusses India's ties across Latin America. WPR Who are India's main partners in Latin America, and what are the main areas of cooperation? Read the Pacific Alliance Strengthen Ties With Asia?Interview Latin America Advisor, The Dialogue USAWhat is the state of the Pacific Alliance’s trade relations with Asia beyond China, and what factors are driving cooperation? What are the prospects for growth of broader Latin America-Asia trade in the medium and long terms? Read Prison Riots in Brazil Lead to Justice Reforms?Interview Latin America Advisor, The Dialogue USAWhat reforms are most needed for the country’s criminal justice system, and how should they be implemented? How will the Temer administration address the widespread violence and overcrowding in prisons, and is there enough popular and political will to allocate any new funding needed to do so? Read and FARC peace at last?Article Gateway House, Indian Council on Global Relations IndiaThe Colombian government will sign a final and comprehensive peace agreement with the Revolutionary Armed Forces, a national guerrilla movement, on September 26, 2016. This is momentous, bringing to a close an insurgency that has inflicted widespread bloodshed and displacement. But making reparation may take an unpredictable course. Read new moment in BrazilOp-Ed The Indian Express IndiaDilma Rousseff, Brazil’s first woman head of state, has cleared her office at the Palácio do Planalto after a special Senate session voted to put her on an impeachment trial. A multitude of factors coalesced to push for Rousseff and her party’s removal from power. Read Peace and Promise Mixed Bag for Latin America in 2016Article The Wire IndiaCo-author with Preeti John New governments were voted in, others struggled through crises, some economies recovered and one country inched closer to peace; 2017 brings promise to some, stability to others and continued unrest elsewhere. Read Reaps the Benefits of Anti-Fujimorismo in Peru’s Presidential ElectionArticle The Wire IndiaPedro Pablo Kuczynski has staged an upset over Keiko Fujimori, but the result underscores the defeat of Fujimorismo more than it does his victory. Read end of KirchnerismoOp-Ed The Indian Express IndiaPresident Cristina de Kirchner's handpicked successor, Daniel Scioli, governor of Buenos Aires province, faces Mauricio Macri, mayor of Buenos Aires city, in the run-off. Read India-Mexico trade a push Op-Ed Business Standard IndiaDespite the increase in commercial ties over the past decade, India and Mexico still have a long way to go. A trade agreement between the two may help. Read Rising Presence in Latin AmericaArticle Americas Quarterly USAA decade of quiet investment in Latin America has helped India emerge as an economic force in the region. Indian businesses have gradually established a presence in Latin America, betting on the region as a source for long-term gain. Read oiling the wheelsArticle Gateway House, Indian Council on Global Relations IndiaDespite the Venezuelan opposition's victory in the December 6 legislative elections, 2016 will likely see a rise in political confrontations and a deepening economic crisis in Venezuela. The India-Venezuela bilateral will remain mostly unaffected and continue to be focused on oil. Read General Elections Are a Free for AllArticle The Wire IndiaDespite a mixed bag of candidates, Peru can expect continuity in broad economic policies regardless of who comes to power. Read In Deep CrisisOp-Ed The Indian Express IndiaImpeachment motion against Dilma Rousseff is just one strand of the upheaval. Read A new Pacific pivotArticle Gateway House, Indian Council on Global Relations IndiaSince the late 1990s, both India and Peru have turned their focus to each others’ regions. New commercial exchanges can enhance the bilateral, but strategic elements must be incorporated if both countries are to benefit from each others' geopolitical alliances. Read Presidential Election A Litmus Test on the Legacy of FujimorismoArticle The Wire IndiaThe election is being fought less on subjects like economic and foreign policy; the focus is the struggle between 'Fujimorismo' and a formless anti-Fujimorismo. Read Rousseff vs Left vs RightOp-Ed The Indian Express IndiaBrazil’s president has upset both sides of the spectrum. The stalemate seems set to continue. Read growing past defenceArticle Gateway House, Indian Council on Global Relations IndiaThe Ecuadorian president’s first-ever state visit to India this month was cancelled, possibly because four of seven helicopters supplied by HAL to Ecuador have crashed. But this hurdle can be overcome, and ties between the two countries can expand beyond defence and oil to sectors such as pharma and IT. Read Pharma in Latin America A strategic investmentJournal Article Revista Zero, Universidad Externado ColombiaIndian pharmaceutical companies have a good opportunity to lead the way in stepping up the India-Latin America relationship by continuing to consolidate investments, create subsidiaries & joint ventures to manufacture products, and thus penetrate successfully into Latin America’s pharma market. Read America Advisor How Important Are Ties Between India & Latin America?Interview Latin America Advisor, The Dialogue USAHow economically important are India and Latin America to each other? What areas and economic sectors present the biggest opportunities for India and countries in the Western Hemisphere? To what extent does India compete against Latin America in terms of global trade and investment? Read Upwardly Mobile RevolutionArticle Americas Quarterly USABrasilia seems to have responded fairly to the mass protests in the country. However, the issue of corruption is the most resonant of the protester’s grievances and must be addressed. Real political and economic reforms also need to be put in place, especially in the areas of education and health. Read America Advisor Will Global Trade Flows Continue to Grow So Slowly?Interview Latin America Advisor, The Dialogue USAWhat accounts for the falling level of global trade? What dynamics are driving trade flows to and from Latin America and the Caribbean? What are the implications for major infrastructure projects such as Nicaragua’s plan to build a canal across its territory and the widening of the Panama Canal? Read Middle ClassArticle Americas Quarterly USAAmericas Quarterly, a journal dedicated to policy analysis, published Gateway House's Hari Seshasayee's article on India's middle class population. He argues that today India’s middle class is more optimistic, more confident and globalized. Read answer to the war on drugs’Article Gateway House, Indian Council on Global Relations IndiaCo-author with Ambassador R. Viswanathan A law that legalises cannabis will come into force from April 2014 in Uruguay. Some political parties have objected, as has the UN’s International Narcotics Control Board. Critics say the law will increase consumption, but evidence suggests otherwise. Read Gender Gap in PoliticsArticle Gateway House, Indian Council on Global Relations IndiaFewer than 10% of the candidates in the ongoing elections in India are women. A law to reserve seats for women in Parliament is in abeyance. Our next government can take lessons from Latin America, where 16 countries have successfully implemented reservations and other enabling measures. Read goes to MacondoArticle Gateway House, Indian Council on Global Relations IndiaCo-author with Ambassador R. Viswanathan Even small Indian IT companies have managed to succeed in the Latin American market. Understanding the local culture is one of the main keys to success as illustrated in the case of Mann India Technologies. Read conditional cash transfersArticle Gateway House, Indian Council on Global Relations IndiaThe Indian government has undertaken a massive financial inclusion scheme to bring bank accounts to the poor. But poverty alleviation needs to be addressed at multiple levels for which the Latin American example of using targeted and customised conditional cash transfer programmes can help India. Read Beyond commodities?Article Gateway House, Indian Council on Global Relations IndiaCELAC Community of Latin American and Caribbean States chose India as its first dialogue partner, expressing its intent to expand trade & diversify. Given the increased political will from both sides, can CELAC be the driver for India-Latin America relations or will bilateral ties maintain status quo? Read into Latin America’s oilArticle Gateway House, Indian Council on Global Relations IndiaIndia’s oil imports from Latin America increased from in 2003 to 11% in 2012-13. This marks a diversification in India’s energy policy. With Latin America’s surplus energy production and discoveries in off-shore oil fields, India must further consolidate its oil trade with the region. Read dawdling but optimisticArticle Gateway House, Indian Council on Global Relations IndiaWith intra-regional trade at a low South Asia is the least integrated region in the world.’ At the recent fifth SAARC Conclave in New Delhi, officials spoke about the need for better integration. But this is only possible if problems such as political differences and inadequate connectivity are addressed. Read Latin road to Arab democracyArticle Gateway House, Indian Council on Global Relations IndiaAs the Arab world remains engulfed in protests, there may be lessons to be learned from other recent democratic converts. Latin America’s growth story may provide the Arab world with some recommendations on how to address socio-economic issues in the post-revolution scenario. Read article. › Terbatasnya layanan posyandu di masa pandemi menuntut tumbuhnya beragam inovasi. Di sisi lain, pemberian air susu ibu eksklusif perlu dioptimalkan untuk menjaga kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak balita. KOMPAS/RIZA FATHONI Sejumlah ibu menyusui bayinya serentak saat acara Peringatan Pekan ASI Sedunia di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak KPPPA, di Jakarta, Rabu 3/8/2016.Hari Air Susu Ibu ASI tahun ini yang diperingati setiap 1 Agustus diwarnai dengan kegembiraan. Pasalnya, capaian ASI eksklusif di Indonesia mencatatkan pertumbuhan. Merujuk Publikasi Kesehatan Ibu dan Anak 2020, Badan Pusat Statistik, sebanyak 70 persen bayi usia kurang dari 6 bulan telah mendapatkan ASI eksklusif. Meningkat 3 persen dari tahun sebelumnya. Peningkatan tertinggi sebesar 22 persen terjadi pada 2019 66,69 dari tahun 2018 44,36 persen. Capaian tersebut melampaui target yang ditetapkan tahun 2020, yakni 40 jadi, pandemi Covid-19 yang mengharuskan karyawan melakukan pekerjaan dari rumah membuat ibu yang bekerja mempunyai kesempatan untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayi mereka secara lebih optimal dan turut berperan dalam peningkatan capaian pemberian ASI eksklusif tersebut. Di masa pandemi, pemberian ASI sebagai asupan bernutrisi menjadi sangat penting untuk menjaga kekebalan tubuh sang buah hati. Bahkan, pemberian ASI dianjurkan tidak hanya untuk bayi usia kurang dari 6 bulan, tetapi hingga usia dua tahun ditambah dengan makanan pendamping ASI MP-ASI. Beberapa penelitian epidemiologis menunjukkan bahwa ASI mampu melindungi bayi dan anak dari penyakit infeksi, seperti diare dan infeksi saluran pernapasan akut bagian bawah pneumonia, penyebab terbesar kematian anak Barat, provinsi dengan jumlah posyandu terbanyak, capaian posyandu aktifnya baru mencapai 63,5 persen. Padahal, hampir seperlima anak balita Indonesia ada di Jawa BaratSelain itu, pemberian ASI eksklusif bisa menjadi pelengkap posyandu pos pelayanan terpadu untuk menjamin kecukupuan gizi anak balita agar tumbuh kembang mereka terpelihara. Pasalnya, pandemi membuat kegiatan posyandu yang selama ini menjadi wadah memantau kesehatan dan pemberian gizi kepada anak balita menjadi terganggu. Program Pemberian Makanan Tambahan PMT yang menjadi salah satu kegiatan utama posyandu pun untuk sementara tidak Laporan Kementerian Kesehatan Tahun 2020, persentase kabupaten/kota yang melaksanakan pembinaan posyandu aktif hanya sebesar 6 persen. Capaian tersebut sangat jauh dari target 51 persen yang Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional BKKBN juga menunjukkan, sebagian besar posyandu tidak membuka pelayanan selama masa pandemi. Setidaknya pada Juni 2021, hanya 22,7 persen posyandu yang membuka pelayanan Kompas, 27 Juni 2021.Kondisi serupa tergambar pula dari hasil jajak pendapat Kompas 6-9 Juli lalu. Kendati separuh responden mengatakan masih ada kegiatan posyandu di lingkungannya, lebih dari sepertiga responden lainnya mengaku tidak ada kegiatan posyandu selama besar 59,87 persen dari responden mengatakan bahwa pemerintah setempat menganjurkan untuk menutup sementara kegiatan posyandu terutama ketika wilayah menerapkan kebijakan pembatasan aktivitas sisi lain, sekitar 13,67 persen responden mengatakan bahwa tidak adanya kegiatan posyandu disebabkan karena orangtua takut membawa anak balitanya ke posyandu. Hal ini tak lepas dari masih tingginya kasus Covid-19 di seluruh tersebut berpotensi mengancam kegiatan posyandu di Tanah Air yang baru saja mencatatkan pertumbuhan. Berdasarkan data Kemenkes, terjadi peningkatan posyandu aktif dari 57,4 persen tahun 2017 menjadi 61,3 tahun 2018 dan meningkat kembali pada 2019 menjadi 63,6 Juga Lindungi Anak dari Ancaman Hilangnya Masa Kanak-kanakMeski demikian, dari 34 provinsi hanya ada 12 provinsi yang capaian posyandu aktifnya berada di atas rata-rata nasional. Sejumlah daerah lainnya yang memiliki jumlah posyandu dan anak balita terbanyak justru capaiannya di bawah angka nasional. Jawa Barat, misalnya, provinsi dengan jumlah posyandu terbanyak, capaian posyandu aktifnya baru mencapai 63,5 persen. Padahal, hampir seperlima anak balita Indonesia ada di Jawa posyandu aktif di Sumatera Utara dan Banten juga tergolong minim, yakni 51,1 persen dan 45,9 persen. Padahal, keduanya juga masuk ke dalam kelompok lima besar dengan jumlah posyandu dan anak balita terbanyak. Semestinya kegiatan posyandu aktifnya tinggi demi menjamin tumbuh kembang 2,7 juta anak balita di kedua wilayah INDRA RIATMOKO Ibu menyusui bersiap mengikuti penyuluhan tentang protokol kesehatan di tempat pengungsian Desa Tlogolele, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa 10/11/2020.InovasiBeragam fakta tersebut menunjukkan bahwa tantangan menyukseskan kegiatan posyandu sangat berat. Apalagi, target persentase pembinaan posyandu aktif di masa mendatang jauh lebih tinggi. Tahun ini, target yang ditetapkan sebesar 70 persen dan ditargetkan menjadi 100 persen pada situasi tersebut dan belum kunjung usainya pandemi, dibutuhkan sejumlah inovasi agar tumbuh kembang anak tetap terpantau. Inovasi tersebut juga tecermin dari hasil jajak pendapat Kompas. Sepertiga responden mengatakan bahwa kader posyandu proaktif mendatangi rumah warga yang memiliki anak balita untuk memantau tumbuh kembang satu praktik baik kegiatan tersebut dilakukan di Boyolali, Jawa Tengah. Pemerintah dan kader posyandu setempat menginisiasi kegiatan Desyandu atau Delivery Pelayanan Terpadu dengan berkeliling kampung mengunjungi anak balita. Selain tumbuh kembang yang terpantau, pemberian gizi untuk anak balita juga dapat dilakukan saat kader posyandu berkeliling ke rumah anak balita. Dengan demikian, kesehatan anak balita terjamin dan tetap aman dari paparan virus Juga Pemakaman dan Pergulatan di Hilir PandemiTak hanya itu, tumbuh kembang anak balita di Boyolali juga dapat dipantau secara digital melalui sistem informasi dalam situs Metode serupa juga diungkapkan oleh sepertiga responden lainnya yang mengatakan bahwa layanan posyandu dilakukan secara perlu dikembangkan dan pemberian ASI eksklusif juga harus ditingkatkan agar kesehatan dan tumbuh kembang anak Indonesia sebagai generasi penerus bangsa tetap INDRA RIATMOKO Ibu menyusui, anak-anak, dan warga lansia tinggal di tempat pengungsian mereka di Balai Desa Klakah, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis 12/11/2020. - Setiap 1 Agustus, dunia mulai merayakan Pekan ASI. Tahun ini, Hari ASI Sedunia atau Pekan Menyusui Internasional dimulai pada Minggu 1/8/2021 hingga Sabtu 7/8/2021.Sejarah Pekan ASI Sedunia berawal dari gagasan organisasi World Alliance for Breastfeeding Action WABA pada 14 Februari 1991 seiring dicetuskannya Innocenti Declaration yang diinisiasi oleh WHO, UNICEF, pemerintah dari beberapa negara, serta sejumlah organisasi Declaration bertujuan melindungi, mempromosikan, dan mendukung gerakan menyusui. Deklarasi ini selanjutnya diperingati dalam World Breastfeed Week WBW atau Pekan ASI Sedunia yang diperingati secara berkelanjutan sampai saat ASI Sedunia, sebut WABA dalam situsnya, merupakan gerakan menyusui secara global dan menyediakan dukungan untuk para ibu agar bisa menyusui di mana saja. Agenda ini dimulai secara aktif sejak 1992 dengan mengusung tema tahunan yang terus yang diangkat dalam Pekan ASI Sedunia biasanya berhubungan dengan perawatan kesehatan, wanita dan pekerjaan, Kode Internasional Pemasaran Pengganti ASI, dukungan masyarakat, ekologi, ekonomi, ilmu pengetahuan, pendidikan, hak asasi manusia, dan hal-hal terkait Hari ASI Sedunia 2021 Tema Pekan Menyusui Sedunia World Breastfeeding Day/WBW 2021 adalah Protect breastfeeding a shared responsibility Perlindungan mneyusui tanggung jawab bersama. Tema ini berbicara tentang bagaimana menyusui berkontribusi pada kelangsungan hidup, kesehatan, dan kesejahteraan semua orang. Dilansir Australian Breastfeeding Association ABA, tema tersebut juga mengakui bahwa meskipun dukungan di tingkat individu sangat penting, menyusui harus dianggap sebagai masalah kesehatan masyarakat yang membutuhkan investasi di semua 'membangun kembali dengan lebih baik' setelah pandemi COVID-19 akan memberikan peluang untuk menciptakan rantai dukungan untuk menyusui yang mencakup sistem kesehatan, tempat kerja, dan komunitas di semua lapisan masyarakat. Pentingnya Menyusui Bagi Ibu & Bayi Menyusui adalah salah satu cara paling efektif untuk memastikan kesehatan dan kelangsungan hidup anak. Namun, hampir 2 dari 3 bayi tidak disusui secara eksklusif selama 6 WHO, ASI adalah makanan yang ideal untuk bayi. Aman, bersih dan mengandung antibodi yang membantu melindungi anak dari banyak penyakit menyediakan semua energi dan nutrisi yang dibutuhkan bayi untuk bulan-bulan pertama kehidupannya, dan ASI terus menyediakan hingga setengah atau lebih dari kebutuhan nutrisi anak selama paruh kedua tahun pertama, dan hingga sepertiga selama tahun yang disusui menunjukkan hasil lebih baik dalam tes kecerdasan, lebih kecil kemungkinannya untuk kelebihan berat badan atau obesitas dan kurang rentan terhadap diabetes di kemudian hari. Wanita yang menyusui juga memiliki penurunan risiko kanker payudara dan pengganti ASI yang tidak tepat terus melemahkan upaya untuk meningkatkan tingkat dan durasi menyusui di seluruh dan UNICEF merekomendasikan agar anak-anak mulai disusui satu jam pertama kelahiran dan secara eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan – artinya tidak ada makanan atau cairan lain yang diberikan, termasuk harus disusui sesuai permintaan – yaitu sesering yang diinginkan anak, siang dan malam. Botol atau dot tidak boleh usia 6 bulan, anak harus mulai makan makanan pendamping ASI yang aman dan memadai sambil terus menyusui hingga 2 tahun dan secara aktif mempromosikan menyusui sebagai sumber nutrisi terbaik untuk bayi dan anak kecil, dan berupaya meningkatkan tingkat pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama hingga setidaknya 50% pada tahun juga Pekan Hari ASI Sedunia 1 Agustus 2021 Cara Atasi ASI Tersumbat Kondisi yang Mengharuskan Batal Puasa bagi Ibu Hamil dan Menyusui - Sosial Budaya Penulis Dipna Videlia PutsanraEditor Iswara N Raditya - Tanggal 27 Januari 2023 jatuh pada hari Jumat. Pada hari ini, terdapat peringatan Hari Mengenang Korban Holocaust Internasional. Selain itu, ada juga peringatan lain hari ini. Berikut beberapa hari penting yang jatuh pada 27 Januari 2023. Baca juga Hari Libur Nasional 2023Hari Mengenang Korban Holocaust Internasional Hari untuk Mengenang Korban Holocaust Internasional diperingati pada tanggal 27 Januari setiap tahun. Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa PBB menetapkan peringatan ini pada 1 November 2005 dan mulai merayakannya setahun kemudian. Tujuan dibuatnya hari ini adalah untuk memperingati para korban Holocaust yang menjadi korban kekejaman Nazi Jerman. Sejak tahun 1941 hingga 1945, Nazi Jerman dan sekutunya melakukan pembunuhan sistematis terhadap lebih dari enam juta orang Hari untuk Mengenang Korban Holocaust Internasional diharapkan dapat menjadi pengingat akan bahayanya tindakan genosida sehingga tidak ada orang lain yang akan menderita lagi. Baca juga Daftar Hari Libur Lokal Bali 2023 Hari Memompa ASI Sedunia Hari Memompa ASI Sedunia yang jatuh pada tanggal 27 Januari setiap tahun dibuat untuk mendorong para ibu pemompa di seluruh dunia untuk merayakan kegembiraan dan kesuksesan mereka dalam memompa ASI. Hari ini dibuat pada tahun 2017 oleh Wendy Armbruster, seorang wanita Kanada yang menciptakan PumpEase, yang dikenal dengan bra pemompa hands-free produksinya. Sebagaimana diketahui, pemompaan payudara terbukti merangsang produksi dan meningkatkan jumlah ASI yang diproduksi oleh ibu. Kegiatan memompa ASI ini juga bermanfaat bagi para ibu karena ASI akan selalu siap digunakan sehingga sangat membantu ibu yang ingin tidur nyenyak, ibu bekerja ataupun ibu yang memiliki banyak bayi. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

hari asi sedunia 2017